Silaknas MES Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah Indonesia

Jakarta – Masyarakat Ekonomi Syariah menyelenggarakan Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) yang dilangsungkan pada Jumat, (15/11) yang bertempat di Jakarta Convention Center. Silaknas merupakan bagian dari rangkaian acara 6th Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) MES. Kegiatan ini menjadi momentum bagi MES untuk melaksanakan koordinasi, komunikasi dan evaluasi guna mengokohkan visi dan misi MES dalam mendorong akselerasi perkembangan ekonomi Syariah.

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pembina, K.H Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada MES yang hingga saat ini menjadi payung bersama untuk membangun kerja sama dan kemitraan dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi ekonomi syariah, organisasi profesi dan lain sebagainya. “Sinergi ini perlu ditingkatkan, terutama di berbagai jenjang kepengurusan MES baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional” ungkapnya.

Lebih lanjut dalam arahannya K.H Ma’ruf Amin menyampaikan ekonomi syariah sebagai iqtishodiyah ishlahiyah (ekonomi perbaikan) dan Islam sebagai dinul ishlah (agama perbaikan) harus bisa menjadi pemicu bagi penguatan ketahanan ekonomi nasional melalui jaringannya di berbagai daerah, bisa terus bersinergi dengan pemangku kepentingan setempat untuk mensukseskan program pemberdayaan umat.

Selama 19 tahun MES hadir sebagai organisasi yang bertujuan untuk mendorong terciptanya masyarakat yang melaksanakan kegiatan ekonomi sesuai dengan prinsip syariah. MES menjadi wadah yang menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat penerapan ekonomi syariah di berbagai bidang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat MES, Edy Setiadi mengatakan Silaknas yang dilangsungkan setiap satu tahun sekali merupakan sarana untuk melakukan koordinasi, komunikasi dan evaluasi dalam mengokohkan visi dan misi organisasi di seluruh jenjang kepengurusan MES baik di tingkat nasional maupun internasional, “Hasil dari pada Silaknas ini diharapkan dapat menjadi resolusi kerja dan rencana aksi pada tahun 2020, serta diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahim antar sesama pengurus” ungkap Edy.

Dalam Silaknas ini disampaikan laporan pengurus MES di wilayah (provinsi) dan daerah (kabupaten / kota) serta pengurus wilayah khusus atau luar negeri. Hingga Oktober 2019, tercatat jaringan kepengurusan MES telah tersebar di 27 provinsi, 78 kabupaten/kota dan 5 (lima) perwakilan luar negeri.

MES melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP-KS) sebagai salah satu badan otonom MES telah mensertifikasi 1,293 orang dengan sumlah asesi kompeten 1.216 orang, sementara melalu e-Learning Ekonomi Syariah (Elsya), MES telah memiliki jumlah pengguna aktif sebanyak 3.904 akun.

Adapun roadshow yang dilakukan MES sepanjang tahun 2019 dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat di 90 kota seluruh Indonesia dengan total mencapai lebih dari 13.000 orang penerima manfaat. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, Wimboh Santoso selaku Ketua Umum MES memaparkan pula bahwa kegiatan MES juga berhasil mencetak 1.501 investor syariah baru dan membina 12 wirausaha muda