Semesta Bogor Bahas Pinjaman Online Pengurus

Foto: cnbcindonesia.com

Jakarta – Daerah MES Bogor meluncurkan program baru yang bernama Serial MES Talks and Action (SeMESTA). Pada edisi perdana, program berbentuk webinar ini dilangsungkan pada Sabtu, 16 Januari 2021 dengan mengangkat tema “Indonesia Darurat Pinjol”.

Dalam webinar tersebut, hadir Bupati Bogor Ade Yasin yang menyampaikan keynote speech. Dalam sambutannya, Ade mengaku resah dengan praktik pinjaman online illegal dan model pinjaman berbunga lainnya yang dirasa sangat memberatkan masyarakat umum, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor. Ade juga mengkhawatirkan kehadiran renternir berkedok koperasi simpan pinjam yang begitu menjamur. Melihat kondisi ini, Ade menghimbau kepada masyarakat agar lebih memilih pembiayaan Syariah ketimbang melakukan pinjaman ke pinjama online ilegal dan pinjaman ribawi lainnya.

Beberapa nara sumber yang hadir dalam webinar tersebut adalah Anggota Pleno Dewan Syariah Nasional MUI Pusat sekaligus Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia 2017-2020 Cecep Maskanul Hakim. Cecep menyoroti adanya kelemahan dari regulasi mengenai pinjaman online yang dikelola oleh OJK, diantaranya terkait celah yang bisa dimanfaatkan oleh pinjaman online untuk memiliki data privasi dari nasabah, dan bahayanya penggunaan nomor telpon sebagai penjamin dalam melakukan pinjaman.

Menurut Cecep, penggunaan nomor telpon sebagai jaminan dalam peminjaman sangat rentan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dimana banyak ditemukan kasus terdapat orang yang menerima tagihan utang padahal tidak melakukan transaksi pinjaman tersebut.

Kemudian, nara sumber selanjutnya adalah Ketua Dewan Pakar MES Bogor Hendri Tanjung. Hendri, dalam penyampaiannya berfokus pada analisisnya tentang perilaku masyarakat yang begitu mudah tergiur dengan tawaran pinjaman online karena syarat yang mudah dan proses yang cepat. Padahal, keberadaan pinjaman online ilegal sangat banyak dan perlu dihindari. Hendri menegeskan, setidaknya ada 260 pinjaman online yang masih beroperasi namun berstatus illegal dari OJK. Sebagai solusi, Hendri mengusulkan koperasi Syariah sebagai fasilitas pembiayaan yang aman bagi masyarakat.

Ketua Umum MES Bogor, Efrita Norman dalam sesi akhir menyampaikan rasa syukurnya karena pada gelaran webinar yang pertama ini, kurang lebih 100 orang ikut berpartisipasi yang mana jumlah tersebut belum termasuk dengan peserta yang menyaksikan melalui live streaming youtube. Rencananya pelaksanaan SeMESTA edisu kedua akan diselenggarakan pada pertengahan Februari mendatang.

Sumber: MES