ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

 

SURABAYA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) mulai serius membidik pembiayaan rumah syariah. Melalui Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah, Bank Jatim menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF).

Ia mengatakan, kerja sama itu dimaksudkan untuk menyusun rencana yang bisa dilakukan oleh kedua belah pihak. Potensi kerja sama antara lain penyediaan sumber dana jangka menengah/panjang untuk PPR Syariah, pemanfaatan produk dan jasa keuangan perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari yang sudah terjadi sebelumnya yaitu tentang pemberian fasilitas pembiayaan mudharabah mugayadah dalam rangka penyaluran PPR Sejahtera FLPP. Ferdian mengatakan, sampai dengan saat ini PT SMF telah memberikan bantuan dana kepada Bank Jatim dalam penyaluran dana PPR Sejahtera Syariah FLPP sebesar Rp 3,16 miliar dengan komposisi dana PT SMF 25 persen dari plafon pembiayaan yang disalurkan.

Sementara itu, kebutuhan rumah merupakan hak setiap warga dan Bank Jatim sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur wajib memberikan kemudahan khususnya bagi MBR di Jawa Timur. Kemudahan tersebut juga merupakan komitmen Bank Jatim dalam mendukung konsep Cetar yang didengungkan Gubernur Jawa Timur.

“Saya rasa potensi PPR di Jawa Timur sangat bagus. Target kami adalah penyaluran PPR FLPP Sejahtera yang menjadi salah satu penunjang Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” katanya.

Dalam PPR Syariah selain FLPP Sejahtera Syariah, Bank Jatim juga memiliki produk KPR iB Griya Barokah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kerja sama ini diharapkan mampu menggenjot pembiayaan syariah yang sampai dengan triwulan I 2019 tercapai Rp 1,21 triliun dengan penyaluran PPR Syariah sebesar Rp 380,8 miliar.

Sumber : Republika