Masyarakat Indonesia Lebih Memilih Cicilan Rumah dari Bank Syariah

Foto: okezone.com

JAKARTA – Rumah.com Consumer Sentiment Study bersama lembaga riset Intuit Research, Singapura menggelar survei terkait pilihan masyarakat Indonesia dalam memilih bank untuk menyicil rumah. Hasilnya, para pembeli kini lebih condong memilih bank syariah ketimbang konvensional.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan temuan dari pihaknya, di mana 35% responden memilih pembiayaan KPR syariah ketika ditanya pilihan pembayaran saat membeli rumah. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1078 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2020.

“Sebaliknya peminat KPR Konvensional kembali mengalami penurunan dari 29% responden pada Semester 2/2020 menjadi 22% responden pada Semester 1/2021 ini setelah sebelumnya peminat KPR Konvensional juga turun dari 37% responden pada Semester 1/2020 turun menjadi 29% responden pada Semester 2/2020,” kata Marine dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

Dia menyebut survei yang dilakukan pihaknya itu untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di tanah air.

“Perkembangan positif perbankan syariah ini juga sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat untuk menggunakan fasilitas pembiayaan secara syariah, di mana pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan KPR bank konvensional yang tumbuh single digit,” ujarnya.

1 Februari 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan mergernya Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah menjadi satu entitas baru yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan kode emiten BRIS.

Bank hasil merger ini akan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, baik dari sisi aset yang mencapai Rp 227,8 triliun maupun dari sisi pembiayaan dimana total dana yang disalurkan oleh ketiga bank ini pada September 2020 lalu mencapai Rp 152 triliun atau sebesar 40% dari pangsa pembiayaan syariah saat ini.

Menurut dia, merger itu pun akan menghasilkan sentimen positif terhadap perkembangan perusahaan pelat merah tersebut.

“Karena berpotensi membawa dampak positif terhadap pemulihan ekonomi tahun ini khususnya pada industri properti,” katanya.

Sumber: okezone.com