Manfaat Blended Learning (Bag. II)

Dunia pendidikan dewasa ini dihadapkan pada tantangan untuk terus menjamin kualitas pembelajaran yang efektif. Penyajian materi belajar secara intens dan menarik, diskusi interaktif, hingga ujian yang diberikan kepada peserta didik, dituntut untuk selalu berinovasi. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan pemahaman yang utuh terhadap materi, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.

Model pembelajaran seperti Blended Learning, menjadi salah satu solusi bagi institusi pendidikan untuk memberikan bekal pemahaman yang baik kepada para peserta didik (student). Kombinasi belajar daring (online) dan tatap muka (inclass) menjadi kebutuhan yang tak terelakan. Perpaduan ini menjadi pilihan yang banyak disenangi, karena menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan. Tentu saja, jika belajar menjadi menyenangkan, maka materi dapat dipahami dengan baik.

Menurut studi The American Society for Training & Development, metode blended learning dapat meningkatkan konsentrasi peserta sebanyak 50 – 60 % dibanding kelas konvensional yang hanya mengandalkan keaktifan tenaga pengajar (instructor centric).

Komunikatif – Interaktif

Metode Blended Learning diharuskan memiliki layanan komunikasi dalam rangka menjaga interaksi antara student dengan instructor secara intens. Layanan komunikasi bisa berupa pilihan menu message (pesan), chatting atau forum diskusi. Melalui layanan ini student dapat bertanya dan berdiskusi langsung kepada instructor, bahkan dapat mengirimkan lampiran tugas. Begitupun sebaliknya, instructor dapat melakukan hal yang sama kepada student seperti instruksi pengerjaan tugas dan ujian.

Layanan ini menjadi sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran, agar dapat menjamin partisipasi dan keaktifan student. Layanan yang dapat dikelola secara customize dan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program belajar yang diinginkan oleh masing masing institusi pendidikan.

Aktifitas Terpantau Detail

Dalam setiap proses pembelajaran, instructor harus mengetahui segara aktifitas belajar student secara rinci, baik di kelas konvensional atau kelas daring. Hal ini dilakukan agar capaian pemahaman student dapat diukur, sehingga proses belajar menjadi efektif. Metode Blended Learning memberikan laporan aktifitas pembelajaran secara detail. Laporan yang berisi tanggal, modul yang dipelajari, durasi belajar dan laporan lainnya dapat terpantau baik oleh instructor. Akan lebih baik jika laporan aktifitas tersebut dapat diunduh (download) oleh perangkat gadget, sehingga data – data aktifitas belajar bisa dikelola oleh instructor sebagai salah satu indikator keaktifan belajar.

Pada akhirnya, tetap dibutuhkan peran aktif instructor dalam setiap metode pembelajaran yang digunakan oleh institusi pendidikan. Dalam metode Blended Learning sekalipun, instructor diharapkan menjadi pendorong keberhasilan proses pembelajaran, meskipun prinsip dalam metode ini adalah self learning. Melalui metode Blended Learning ini menghendaki semua instrumen didalamnya dapat berperan aktif, turut serta mendukung dan terlibat dalam seluruh proses pembelajaran, sehingga manfaat yang hendak diharapkan dapat diperoleh. RFI

Pelajari lebih lanjut tentang Blended learning di Elsya MES