Jakarta ~ Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengungkapkan, ada tiga kunci yang bisa mengembangkan inklusi keuangan syariah agar semakin besar.

Anggota Asbisindo yang juga merupakan Direktur Utama BJB Syariah, Indra Falatehan menyampaikan, kunci pertama adalah integrasi kebijakan dengan perbankan syariah. Terkait dengan ini, kebijakan agar dana haji ditempatkan pada bank syariah sudah dilaksanakan.

“Jadi perlu ada advokasi dari pemerintah terkait dengan kebijakan-kebijakan yang bisa memperbesar market share atau inklusi keuangan syariah sendiri,” jelas Indra pada acara seminar nasional bertajuk “Peran Keuangan Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan di Indonesia, ” di Jakarta, Selasa (26/3).

Integrasi kebijakan yang lain, yakni peraturan mengenai kolektabilitas dan tax insentif.

Jika melihat Malaysia, masyarakat di sana banyak yang menggunakan jasa perbankan syariah, karena pemerintah memberikan tax insentif.

“Kemudian advokasi kebijakan pemerintah untuk mendorong perbankan syariah lainnya. Masih banyak sebenarnya kebijakan yang bisa mendorong untuk mengembangkan inklusi keuangan syariah,” ungkap Indra.

Dalam acara yang diselenggarakan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini Indra juga menyampaikan, kunci kedua yang harus dilakukan adalah membangun konektivitas antara sektor riil dengan keuangan syariah.

Misalnya seperti pilihan pembayaran pajak melalui lembaga keuangan syariah. “Ini sudah dilakukan Kementerian Keuangan, bank syariah dalam hal melakukan pembayaran pajak,” katanya menegaskan.

Kemudian integrasi perbankan syariah dengan pemangku kebijakan pemerintah yang menyangkut industri. Misalnya dengan menggalakkan industri halal seperti halal tourism dan halal food yang saat ini tengah dilakukan.

Asbisindo juga mendorong, jika sebuah industri memperoleh sertifikasi halal, maka industri tersebut diupayakan untuk menggunakan jasa perbankan syariah.

“Paling tidak, ada alternatif banknya. Jangan sampai diberikan sertifikasi halal, dia tidak berbank syariah. Kita lagi dorong pemerintah, kepada Komite Nasional Keuangan Syariah kebijakan seperti itu,” papar Indra.

Kuni ketiga untuk mengembangkan inklusi keuangan syariah adalah dengan edukasi. Edukasi perbankan syariah harus dilakukan bersama-sama, dengan metode yang atraktif dan kreatif, dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Sumber: Sharianews.com