KNKS: Parelialisasi Penawaran dan Permintaan Krusial untuk dilakukan

Jakarta ~ Selama ini perkembangan keuangan syariah dirasa diam di tempat, pangsa pasar masih di bawah 10 persen. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bergerak mengevaluasi dan mengidentifikasi penyebab hal itu terjadi.

Direktur Bidang Hukum, Promosi dan Hubungan Eksternal KNKS, Taufiq Hidayat mengungkapkan, parerelisasi penawaran dan permintaan di pasar menjadi krusial untuk dilakukan karena kedua faktor tersebut belum teredukasi dan tersiarkan dengan baik.

“Sebetulnya, demand dari pada sektor keuangan pasar modal, perbankan, asuransi, dan sebagainya bukan hanya fund-fund besar. Justru individdu-individu yang kecil, jika masif itu akan sangat luar biasa, karena dana besar juga itu terkumpul dari yang kecil-kecil,” tutur Taufiq, di Kantor KNKS, Jakarta, Rabu (14/8).

Ia mencontohkan, misalnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) yang merupakan kumpulan dana dari para pekerja yang kecil-kecil.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, KNKS menyiapkan dari sisi permintaan. Meski produk-produk ekonomi dan keuangan syariah ini bukan sesuatu yang ekslusif untuk orang Islam saja, tapi inklusif untuk semua orang dari sisi kemanfaatan.

Contohnya seprti Thailand, Rusia, Brazil, dan Inggris meski negaranya tidak identik dengan Muslim, tetapi mereka memiliki perhatian yang sangat kuat dan sudah melakukan pengembangan serta transaksi di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

D.engan adanya pararelisasi antara sisi penawaran dan permintaan tersebut diharapkan semuanya dikembangkan bersama-sama.

Salah satu bentuk parelialisasi yang sedang didorong KNKS adalah pengembangan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) berbasis syariah bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK).

Sumber : Sharianews