Islamic Finance Leader Talk Sukses Terselenggara di Malaysia

Malaysia – Pengurus Wilayah Khusus (PWK) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Malaysia bekerja sama dengan Islamic Economic Forum For Indonesia Development (ISEFID) menyelenggarakan acara “Islamic Finance Leader Talk”. Acara tersebut berlangsung pada Selasa (9/4) bertempat di Presentation Lab. International Islamic University Malaysia (IIUM) dengan mengusung tema “Peran KNKS dalam Pengembangan Keuangan Syariah di Indonesia”. Peserta yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari mahasiswa, pengurus MES Malaysia dan akademisi ekonomi syariah, melakukan pembahasan tentang masterplan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) 2019. Narasumber pada Islamic Finance Leader Talk adalah Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Rahardjo.

Keuangan syariah selama lebih dari dua dekade terakhir terus berkembang dan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di seluruh dunia. Keuangan syariah memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia. Maka dari itu, pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi serta stabilitas perekonomian dan keuangan yang lebih baik.

Melalui sambungan telpon (12/4) Ketua Umum MES Malaysia, Mahbubi Ali mengatakan “Meski ekonomi syariah di Indonesia semakin berkembang, namun Indonesia masih cukup jauh dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga yang sudah menduduki top three ranking Islamic finance seperti Malaysia, dan Saudi Arabia, sementara itu Indonesia masih menduduki urutan ke 6 (enam) top ten ranking”.

KNKS diketuai langsung oleh Presiden RI sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah di tanah air. KNKS juga berperan untuk menyamakan persepsi, mewujudkan sinergi antara para regulator, pemerintah dan industri keuangan. Peran lainnya yaitu untuk menciptakan sistem keuangan dan ekonomi syariah yang selaras dan progresif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keberadaan KNKS menjadi milestone yang baik untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Fungsi KNKS tidak hanya untuk koordinasi dengan stakeholder ekonomi syariah di Indonesia, tetapi akselerasi memperbesar asetnya, memperkuat apa yang sudah ada dan memunculkan sesuatu yang baru dalam perkembangan keuangan syariah itu sendiri. “Saya optimis dengan fungsi KNKS yang luar biasa bahkan diketuai presiden, tidak menutup kemungkinan keuangan syariah bisa menjadi financial viability kedepannya” Pungkas Mahbubi Ali. (DQB)

 

Sumber: Ekonomisyariah.org