Gelaran IIEF, Ribuan Orang Berpartisipasi

Foto: MES

Jakarta – Jumat, 22/01/2021, Sebanyak 1.000 peserta turut berpartisipasi dalam gelaran Indonesia Islam Economic Forum 7th pada Jumat 22 Januari 2021 yang diselenggarakan secara online sebagai rangkaian dari acara Musyawarah Nasional V Masyarakat ekonomi Syariah. IIEF Ke 7 ini mengangkat tema “Peran Lembaga Keuangan Syariah dan Sovereign Wealth Fund dalam Pemerataan Ekonomi Umat”.

Webinar dibuka oleh Wakil Ketua Umum II Pengurus Pusat MES, Firdaus Djaelani. Dalam sambutannya, Firdaus menyampaikan terima kasih kepada peserta yang hadir dalam penyelenggaraan forum IIEF kali ini. Bagi Firdaus, IIEF ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menyediakan wadah untuk membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan industri ekonomi dan keuangan Syariah Indonesia dan internasional.

Hadir menyampaikan keynote speech adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara RI, Erick Thohir. Dalam pemaparannya, Erick menjelaskan terdapat banyak kesempatan untuk membangun fondasi dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan peluang dan potensi ekonomi syariah. Menurutnya, masyarakat bisa memanfaatkan pengembangan industri halal, dalam hal ini mencakup bisnis makanan, fashion, kosmetik dan keuangan. Erick juga mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menghadirkan inovasi lain, salah satunya meningkatkan sinergisitas antara Bank dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Beberapa nara sumber yang hadir dalam webinar ini yaitu Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, Presiden Direktur Prudential Life Assurance Indonesia Jens Reisch, Dewan Pimpinan Harian Apindo Soetrisno Iwantono, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, dan Direktur Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat serta dipandu oleh Rizki Wisnoentoro.

Hery Gunardi yang menjadi nara sumber pertama mengutarakan optimismenya terkait dibentuknya Bank Syariah Indonesia. Hery mengungkapkan, meski kondisi saat ini memberikan tantangan baru bagi industri perbankan Syariah, namun dalam kinerja aset dan pembiayaannya masih tumbuh cukup baik. Hery kemudian mengajak semua pihak untuk turut membantu perkembangan Bank Syariah Indonesia, baginya, bank ini merupakan bank milik bersama.

Sebaliknya, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Dalam pemaparannya justru sedikit mengkhawatirkan kehadiran Bank Syariah Indonesia yang menurutnya, kehadiran bank Syariah hasil merger ini justru berpotensi menghasilkan ketimpangan baru. Untuk itu, Abbas mewanti-wanti jika bank Syariah ini lebih menyasar pada usaha-usaha besar karena tuntutan untuk menjadi bank skala besar.

Sementara itu, Soetrisno Iwantono lebih menyoroti pada proses pembentukan SWF. Ia memperingatkan bahwa dalam mencari investor asing, SWF harus dijauhi dari kepentingan politik sehingga dana asing yang diperoleh bisa dioptimalkan secara lebih efisien.

Selanjutnya, Presdir Prudential Life Assurance Indonesia, Jens Reisch dan Direktur Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat dalam materinya menekankan pada proteksi diri pada masa pandemi. Jens dalam pemaparannya menjelaskan kondisi industri asuransi secara umum yang tumbuh positif yaitu 5 (lima) persen dikala pandemi, ini menjadi tanda bahwa masyarakat sadar akan pentingnya proteksi diri. Sementara itu, Budi menekankan pentingnya penguatan literasi investasi bagi  masyarakat Indonesia agar lebih siap ketika menghadapi krisis, dan juga reformasi yang lebih destruktif di dunia perbankan Syariah.

Sumber: MES