Jakarta – Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi seputar ekonomi syariah kepada masyarakat, Elsya MES menggelar webinar rutin melalui aplikasi video conference bekerja sama dengan beberapa universitas di seluruh Indonesia. Pada Selasa (16/6) E-learning Ekonomi Syariah (Elsya) MES berkesempatan menggelar webinar secara virtual di kampus Universitas Airlangga dengan mengangkat tema “Inovasi Wakaf untuk Pembangunan Ekonomi”.

Webinar dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Unair, Dian Agustia. Dalam sambutannya, Dian menjelaskan secara umum mengenai urgensi dari instrumen wakaf untuk pengembangan ekonomi ummat.

“Wakaf memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi ummat dan di Indonesia prinsip pengelolaan wakaf telah tetera dalam undang-undang nomor 41 tahun 2004. Mudah-mudahan wakaf ini berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat.”jelasnya

Adapun acara yang diikuti kurang lebih oleh 300 peserta ini menghadirkan narasumber Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis dan Ketua Departemen FEB Unair, Raditya Sukmana.

Guru Besar Unair, Raditya Sukmana menjelaskan contoh kasus beberapa wakaf produktif yang telah sukses mampu mendorong ekonomi masyarakat.

“Ada sekitar 8 contoh wakaf yang didiskusikan untuk bisa dipelajari seperti wakaf projek mahasiswa Unair, cash wakaf hospital oleh Universitas Malang, wakaf untuk nelayan, selang pertalite di pondok pesantren Tazaka Pekalongan, wakaf saham, wakaf point oleh Telkomsel, wakaf kalisa yang sedang diluncurkan oleh pemerintah dan wakaf diri Gontor.”

Sementara itu, Pengurus Pusat MES, Cholil Nafis menjelaskan hakikat wakaf dalam implementasinya merupakan produktif berorientasi pada ekonomi masyarakat.

“Kita perlu mendesain dari wakaf itu menjadi produktif secara ekonomi, karena pada dasarnya wakaf itu produktif hanya saja ada yang akhirat saja dan ada yang produktif duniawi atau ekonomi.”jelasnya

Lebih lanjut, kyai Cholil juga mengatakan bahwa dalam instrument wakaf terdapat dua jenis fungsi dari pengembangan pengeloaan wakaf.

“kalau kita mengaca di sekitar Masjidil Haram itu adalah tanah wakaf, kita menemukan tempat ibadah dan disampingnya adalah tempat wakaf pengembangan ekonomi. Ada juga orang yang bisnis di atas tanah wakaf. Jadi ada sifatnya arah konsumtif dan arah pengembangan produktif. Pungkasnya

Acara yang berlangsung kurang lebih selama dua jam ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari peserta, terbukti dengan sejumlah pertanyaan yang belum bisa diuraikan keseluruhan dengan terbatasnya waktu webinar yang tersedia.