E-Learning Jawab Tuntutan Pembelajaran Modern

E-Learning Jawab Tuntutan Zaman

Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah. Pemerintah perlu segera mencari solusi pemecahan masalahnya. APK Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain ASEAN. APK pendidikan tinggi Indonesia masih 29% – 31%. Dibanding Korea Selatan 80%, Indonesia sangat jauh tertinggal. Sedangkan Malaysia saja 40%.

Salah satu cara meningkatkan APK, yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui perkuliahan daring atau e-learning. Kemenristek dan Dikti pun menargetkan realisasi model perkuliahan tersebut segera terealisasi. Kemenristek dan Dikti pun bergerak aktif dengan mengundang para rektor dari perguruan tinggi di Indonesia untuk menginstruksikan penerapan perkuliahan daring di setiap kampus.

Selain sebagai sarana meningkatkan APK pendidikan tinggi, penerapan e-learning merupakan adaptasi Kemenristek dan Dikti dalam menghadapi tuntutan zaman di era teknologi dan informasi. Perkuliahan daring juga diprediksi menjadi model perkuliahan masa depan.

Perkuliahan daring hanya dapat dilakukan pada mata kuliah tertentu dan belum diterapkan secara menyeluruh untuk setiap mata kuliah. Dengan demikian, tatap muka antara dosen dan mahasiswa masih ada.

Selain payung hukum, pemerintah perlu memperhatikan dukungan infrastruktur untuk penerapan perkuliahan daring tersebut. Salah satunya koneksi internet yang belum merata di semua daerah di Indonesia. Hal itu setidaknya berguna untuk penerapan kelas jauh di luar lokasi asal perguruan tinggi yang menyelenggarakan.

Selain itu, perlu ada pembiasaan dari seluruh sivitas akademika soal perkuliahan daring. Kampus perlu memberikan pelatihan bagi dosen dalam sistem perkuliahan daring. Dosen terkadang dipaksa bekerja 24 jam karena harus memantau mahasiswa lewat sistem daring.

Sumber : Media Indonesia