BNI Syariah Siapkan Cash Management Kargo Haji dan Umrah

JAKARTA — BNI Syariah siap mendukung sistem pembayaran bagasi dan kargo melalui aplikasi yang dikembangkan oleh PT Tips Inovasi Indonesia, yaitu aplikasi TIPS 2.0 Haji dan Umrah. Aplikasi ini bertujuan mengelola sistem bagasi dan kargo untuk jamaah haji dan umrah.

Kesepakatan ditandatangani Nota Kesepahaman oleh Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati, Direktur Operasional dan Komersil PT Angkasa Pura Kargo Riyanto H Cahyono, Co-Founder PT Tips Inovasi Indonesia Ryan A Ronas dan mitra termasuk Travel Haji &  Umrah dan Perusahaan Kargo.

Dhias menyampaikan kerja sama BNI Syariah dengan PT Angkasa Pura Kargo, PT Tips Inovasi Indonesia, dan mitra ini memiliki potensi yang besar. Berdasarkan data terbaru, perkiraan jumlah jamaah haji dan umroh 2019 mencapai lebih dari 1,4 juta orang.

Potensi dana di giro pooling atas transaksi pengelolaan bagasi dan kargo untuk jamaah haji dan umrah diperkirakan sebesar Rp 468,2 miliar. Potensi pendapatan fee based income dari virtual account adalah sekitar Rp 1,05 miliar.

Dhias mengatakan BNI Syariah siap mendukung sistem pembayaran bagasi dan kargo melalui integrasi virtual account. Dilengkapi dengan kartu NFC based yang dapat digunakan untuk media pembayaran close loop.

Sistem inilah yang akan menyempurnakan aplikasi yang dikembangkan oleh PT Tips Inovasi Indonesia. “Kedepannya, BNI Syariah akan memperluas jaringan kerja sama dan sosialisasi dengan travel rekanan,” kata dia melalui siaran pers yang diterima Republika, Jumat (26/7).

Ryan menambahkan target pengguna aplikasi TIPS 2.0 Haji dan Umrah pada akhir 2019 ini sebesar 10 ribu orang. Aplikasi ini akan membantu kendala urusan bagasi, misal kelebihan muatan dan terkait larangan membawa benda cair jemaah di musim haji dan umrah.

Aplikasi TIPS 2.0 Haji dan Umrah dinilai akan memudahkan jemaah untuk menjemput koper dan kargo dari Madinah, Makkah, dan Jeddah. Jamaah dapat mengunduh aplikasi ini kemudian memesan pengiriman koper dan kargo lainnya lewat aplikasi.

“Selanjutnya, Mutawwif atau pemandu Haji akan menjemput paket barang kiriman di hotel tempat tinggal jemaah,” katanya.

Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Staff Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknik Lingkungan Energi Perhubungan, Prasetyo Buditjahjono dan Kepala Subdirektorat Impor Direktorat Jendral Bea & Cukai, Djanurindo Wibowo.

Sumber : Republika