Pemerintah diharapkan bersedia memberikan kesempatan bagi berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia. Saat ini, perbankan syariah masih belum mendapatkan hati di masyarakat. Padahal, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia makin ke arah positif. Bahkan, perekonomian dan keuangan syariah disinyalir dapat menjadi lokomotif perekonomian Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail mengatakan:

“Ekonomi syariah seharusnya bisa menjadi lokomotif perekonomian, apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan”

Menurutnya, tidak sedikit bisnis perbankan yang mulai “melirik” sistem ekonomi syariah.

Pada kesempatan berbeda, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, mengatakan jika potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Sebab, mayoritas penduduk di negara ini beragama muslim.  Lebih lanjut, Nailul menyatakan bahwa tantangan penerapan ekonomi syariah terletak pada sektor penting, seperti perdagangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan pendorong perekonomian. Beliau menyarankan pemerintah harus mengembangkan perbankan syariah terlebih dahulu kemudian menggerakkan perdagangan.

Oleh karena itu, Nailul menyambut baik hasil Rapat Kerja Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Salah satu keputusan yang diambil dalam rapat tersebut adalah penempatan Kepala Staf Presiden, Jenderal (purn) Moeldoko, sebagai Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat MES.

Sesudah pelatikannya, Moeldoko menegaskan bahwa Indonesia berpotensi mengembangkan sektor ekonomi syariah karena mayoritas penduduk beragama Islam. Ia juga menekankan komitmen pemerintah yang ingin serius menggarap potensi ekonomi syariah agar Indonesia tidak hanya sebagai konsumen maupun pangsa pasar industri bagi negara lain.

Berdasarkan data, Moeldoko mengungkapkan penggunaan pembiayaan syariah mencapai 41,8 persen yang sebagian digunakan unuk konsumsi, sedangkan pembiayaan modal kerja sebanyak 34,3 persen dan investasi sekitar 23,2 persen. Moeldoko memaparkan aset perbankan syariah pada sektor industri keuangan syariah mencapai Rp 435 triliun pada 2017 atau 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia.

Dapatkan informasi dan tips mengenai ekonomi dan keuangan syariah disini.