Butuh pinjaman uang cepat cair? Produk Rahn atau gadai syariah adalah solusinya. Produk ini memberikan pinjaman hanya dengan waktu sekitar 15 hari. Pinjaman bisa didapat mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 200 juta dengan jangka waktu pinjaman maksimal empat bulan.

Buat yang pengin pinjam duit dengan produk layanan ini, kamu hanya perlu membawa agunan berupa perhiasan emas, BPKB, dan barang berharga lainnya.

Untuk meminjam uang dengan cara ini, nasabah hanya perlu membawa fotokopi KTP dan menyerahkan jaminan. Layanan ini bisa dilakukan di seluruh outlet Pegadaian Syariah.

Bagi kamu yang berusia antara 17 sampai 30 tahun, berstatus pelajar, mahasiswa, atau yang sudah menikah dan membutuhkan pinjaman dana cepat dengan biaya ringan, kamu bisa memanfaatkan produk terbaru dari Pegadaian Syariah. Pegadaian Syariah meluncurkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yakni gadai syariah yang sangat baik dengan menggunakan akad rahn. Sesuai namanya, gadai syariah ini disebut dengan Rahn Hasan.

Rahn Hasan ini dijalankan sebagaimana skema produk rahn yang lain, yakni Rahn Syariah, Rahn Emas, dan Rahn Tasjiy. Fatwa yang melandasi kesyariahan Rahn Hasan adalah Fatwa DSN MUI No. 25 tentang Rahn, Fatwa DSN MUI No. 26 tentang Rahn Emas, Fatwa DSN MUI No. 68 tentang Rahn Tasjily serta Fatwa DSN MUI No. 92 tentang Pembiayaan yang Disertai Rahn.

Akad yang digunakan pada Rahn Hasan adalah akad rahn serta biaya pemeliharaan barang gadai. Dari sisi rukun Rahn Hasan, ada pihak penggadai, ada pihak penerima gadai, ada objek gadai, dan ada ijab qabul. Objek gadai adalah barang gadai dan adanya uang yang digunakan untuk melakukan pembayaran biaya pemeliharaan (mu’nah pemeliharaan). Dari sisi kepatuhan syariah, Rahn Hasan ini sudah sesuai Syariat Islam.

Dari sisi kesyariahan akad, skema Rahn Hasan juga tidak menabrak larangan dalam multiakad. Munculnya biaya admin (mu’nah akad), ini juga merupakan biaya riil dalam pembiayaan. Andaikan diberlakukan biaya pemeliharaan objek gadai (mu’nah pemeliharaan), secara lafadz dan alur akad pun sudah terpisah dan/atau tidak disyaratkan dari transaksi pinjaman, sehingga bukan transaksi riba.

Sekedar pengetahuan, riba pada pinjaman adalah ketika ada pinjaman yang mensyaratkan adanya manfaat bagi pemberi pinjaman. Skema Rahn Hasan sudah menghindari hal tersebut, sehingga tidak melanggar syariah. Imam Madzhab yang menghukumi transaksi berdasarkan lafadz dan alur akad adalah Imam Syafii. DSN MUI juga menggunakan metode ini dalam menghukumi kesyariahan transaksi.

Rahn Hasan ini diberikan untuk Golongan A dengan plafon pinjaman maksimal Rp 500.000,-. Produk ini bisa dimanfaatkan oleh kamu yang memiliki perhiasan atau emas atau barang gadai lain yang nilainya tidak besar, sehingga bisa diakses oleh mahasiswa bahkan pelajar. Oleh karena nilai pinjamannya tidak besar, maka pembayaran pinjamannya juga lebih terjangkau.

Pada pembiayaan Rahn Hasan, nasabah tidak dikenakan biaya pemeliharaan (mu’nah pemeliharaan) dari barang yang digadaikan. Nasabah Pegadaian Syariah hanya dikenakan biaya administrasi di awal (mu’nah akad). Biaya administrasi pun sangat terjangkau, yakni maksimal sebesar Rp 5.000,- untuk pinjaman maksimal Rp 500.000,- tersebut.

Jangka waktu maksimal gadai Rahn Hasan adalah 60 hari kalender atau 2 bulan. Hal ini berbeda dengan Rahn reguler yang jangka waktunya mencapai 4 bulan. Jangka waktu Rahn Hasan memang lebih singkat, namun setara dengan jumlah pembiayaan yang memang sedikit, sehingga lebih terjangkau untuk segera dilunasi.

Pembayaran marhun bih atau angsuran pun bisa dilakukan dengan mudah, yakni dapat dilakukan melalui unit pembuatan akad, unit lain, channel bank, dan Agen Pegadaian Syariah terdekat di sekitar kamu. Sebagai nasabah, kamu dapat melakukan proses cicilan, minta tambah maupun perpanjangan Rahn Hasan, asalkan plafon maksimal pembiayaan tetap di angka Rp 500.000,-.

Jika melihat fitur di atas, jelas terlihat bahwa Pegadaian Syariah ingin memberikan solusi bagi generasi milenial yang membutuhkan pinjaman uang dalam waktu cepat dan memiliki barang yang bisa digadaikan. Biaya yang dikenakan sangat ringan dan fitur produknya pun menarik. Kamu juga bisa melakukan penambahan pembiayaan jika pinjaman kamu belum mencapai batas maksimal plafon pembiayaan.

Terkait dengan prosedur pembiayaan, taksiran, plafon taksiran, serta plafon uang pinjaman dijalankan dengan mengikuti ketentuan Rahn yang sudah ada. Prosedur yang harus kamu lakukan untuk menikmati produk ini sederhana saja, yakni kamu bisa menyiapkan barang yang akan digadaikan, kamu tinggal datang ke kantor Pegadaian terdekat, dan jangan lupa pilih transaksi gadai yang sesuai syariah. Barang gadai akan ditaksir, sedangkan biaya admin (mu’nah akad) akan beragam sesuai nilai taksiran barang, dengan maksimal di angka Rp 5.000,- per 2 bulan.

Sama halnya dengan prosedur Rahn eksisting, apabila nasabah tidak menyelesaikan kewajiban sampai jatuh tempo, maka barang dilakukan proses lelang dengan mengacu ketentuan lelang eksisting. Barang jaminan (marhun) yang dapat diterima sebagai jaminan adalah marhun sesuai ketentuan Rahn eksisting.

Kamu bisa mengajukan Rahn Hasan dengan ketentuan masing-masing 1 KTP untuk 1 pembiayaan Rahn Hasan aktif. Selain itu, ada syarat bahwa 1 Kartu Keluarga (KK) hanya berlaku untuk 1 pinjaman aktif, pengecualian apabila masih berstatus anaknya nasabah. Informasi anggota keluarga yang ada dalam KK dan status pelajar/mahasiswa didapat dari kantor DUKCAPIL (Kependudukan dan Catatan Sipil) setempat.

Demikian penjelasan dan penerapan akad Rahn Hasan di Pegadaian Syariah. Semoga bermanfaat. Amin.

Dapatkan informasi dan tips mengenai Ekonomi Syariah lewat kumpulan artikel berikut ini.