Akselerasi Pegadaian Syariah

Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Perseroan) menyumbangkan 13-14 persen atau mencapai Rp 6,8 triliun per Desember 2018. Kalau dilihat dari keberagaman produk, Pegadaian Syariah memang didesain khusus syariah, diantaranya gadai tanah.

Portofolio gadai tanah, menurutnya Rp 40 miliar per akhir 2018 dan ditargetkan mencapai Rp 200 miliar tahun 2019 ini. Pertumbuhan bisnis produk syariah lebih masif daripada konvensional sebesar rata-rata 18 persen. Porsi terbesar masih dari gadai atau rahn. Hal ini karena produk syariah yang lebih banyak dan terhubung di semua kanal atau cabang konvensional. Sehingga jangkauannya bisa lebih luas.

Akselerasi unit syariah lebih cepat dibanding total konvensional, dengan porsi syariah 13-14 persen, itu sudah di atas rata-rata nasional porsi syariah di industri sebesar 5-6 persen.

Peluang tumbuh pun semakin besar setelah Pegadaian menggandeng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk kerja sama pendanaan. BPKH memiliki portofolio investasi dan Pegadaian sebagai lembaga keuangan butuh pendanaan. Jadi BPKH bisa berinvestasi di Pegadaian, baik dalam obligasi maupun Medium Term Note (MTN) yang bersifat lebih privat.

Sumber pendanaan dari BPKH juga lebih kompetitif bagi Pegadaian. Kepala BPKH, Anggito Abimanyu mengatakan BPKH berniat untuk menempatkan dananya di Pegadaian seperti dalam bentuk MTN. BPKH pun memiliki jatah investasi pada emas sebesar lima persen dari total dana kelolaan.

Sumber : Pegadaian Syariah