Akad Musyarakah Mutanaqishah
Menunjang Bisnis KPR Syariah

SURABAYA – Asosiasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Syariah bersama dengan Iqtishad Consulting Jakarta, menyelenggarakan Workshop dan Upgrading DPS dan Direktur Bank Syariah se-Jawa Timur. Iqtishad Consulting Jakarta merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan perbankan Syariah. Acara yang berlangsung selama pada tanggal 6-7 April 2019 ini bertempat di Hotel Ibis Budget HR Muhammad Surabaya.

Para DPS yang hadir antara lain para ulama, ketua MUI Daerah, dan direktur utama bank-bank syariah se-Jawa Timur. Workshop dan upgrading ini bertajuk “Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah dan Aplikasinya pada 15 Produk Bank Syariah”.

Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Agustianto Mingka mengatakan, “Musyarakah Mutanaqishah (MMq) adalah akad yang canggih. Akad MMq dapat diaplikasikan untuk berbagai macam keperluan dan  produk perbankan syariah”.

Menurut dia, setidaknya MMq dapat diaplikasi untuk 15 macam produk,  seperti refinancing, working capital, take over, gabungan take over  dan top up (refinancing), KPRS Indent, investasi indent, dan pengalihan utang dari bank syariah ke bank syariah. Selain itu,  ada restrukturisasi pembiayaan atau konversi akad, capital expenditure (investasi), reimbursement, pembiayaan konsumtif untuk KPRS, dan sebagainya.

“Penggunaan akad MMq untuk KPR Syariah akan membuat harga KPRS lebih murah karena elastisitas dan dinamisnya dalam menghadapi fluktuasi harga di pasar” Ungkap lebih lanjut.

Agnes Nova Randomis,SH.M.Kn, selaku notaris bank syariah mengatakan, para DPS bank syariah dan direktur harus memahami anatomi akta pembiayaan Musyarakah  Mutanaqishah. Demikian pula konsultan,  law firm, dan hakim.

“Semua stakeholder dan rekanan bank syariah juga harus memahami formula dan ketentuan akta  MMq dalam semua produk yang diderivasi dari akad MMq, khususnya pembiayaan KPRS baik indent maupun ready sticker, take over dan refinancing syariah,” ujarnya.

Menurut Agnes, sudah banyak negara yang mengaplikasikan MMq. Di Indonesia sendiri, MMq sudah ada sejak 13 tahun yang lalu, seharusnya juga bisa diaplikasikan oleh bank-bank syariah di daerah. Harapannya, agar bank-bank syariah bisa lebih kompetitif dan menarik minat masyarakat.

“Kami yakin, ke depannya bank syariah bisa lebih kaya dengan produk yang dibutuhkan masyarakat. Produk-produk seperti refinancing, take over, hybrid take over dan refinancing. Selain itu ada pembiayaan dalam bentuk reimburse pembelian barang, pembiayaan investasi, working capital. Bahkan konversi akad dalam restrukturisasi pembiayaan syariah dan pengalihan utang sesama bank syariah, sebagainya,” pungkasnya.

 

Sumber: republika.co.id