6 th IIEF, Bukti Nyata Kontribusi MES untuk Ekonomi Syariah

 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyelenggarakan 6th Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) yang bertajuk “The Future of Islamic Economics and Finance within the Framework of Digital Revolution” pada Jumat, (15/11) bertempat di Jakarta Convention Center. Kegiatan tahunan yang rutin dilakukan ini merupakan pertemuan ilmiah para stakeholder, praktisi, akademisi dan para pegian ekonomi dan keuangan Syariah lainnya. IIEF yang ke – 6 ini membahas isu strategis yang hasilnya diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi MES dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Acara 6th IIEF menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Acara seminar yang mengawali acara 6th IIEF diisi oleh para pakar ekonomi dan keuangan syariah yaitu Iwan P.Pontjowinoto, selaku Dewan Pakar MES, Moch. Muchlasin selaku Direktur Direktorat IKNB Syariah OJK, Anggito Abimanyu selaku Wakil Ketua Umum II MES sekaligus Kepala BPKH, dan juga Mohammad Ridzuan Abdul Aziz selaku President Fintech Association dari Malaysia. Acara seminar dipandu oleh Ronald Yusuf Wijaya selaku Pengurus Pusat MES yang saat ini menjadi Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia.

Acara 6th IIEF dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H Ma’ruf Amin yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat MES. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin mengatakan perjalanan MES pada usia yang ke-19 tahun diharapkan semakin bertambah menebar kebermanfaatan dan keberkahan bagi umat. “Dengan menjaga sinergi yang selama ini berhasil dibangun dan ditunjukkan oleh MES, saya berharap MES dapat terus menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah di Indonesia” ucapnya.

Lebih lanjut Ma’ruf Amin menjelaskan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, bahwa ekonomi syariah dapat menjadi variable penting terciptanya arus baru ekonomi di Indonesia. Ekonomi syariah akan kuat jika umat diberdayakan dengan baik, antara ekonomi syariah dan pemberdayaan ekonomi umat, keduanya saling menopang. MES melalui jaringannya di berbagai daerah harus bisa bersinergi dengan pemangku kepentingan setempat untuk mensukseskan program pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren.

Sementara Wakil Ketua Umum III Pengurus Pusat MES, Sugeng menyampaikan Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi ekonomi syariah yang luar biasa besar. berbagai pencapai Indonesia di kancah global tentu tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak yang turut mendukung tumbuh kembangnya ekonomi syariah di Indonesia. Lebih lanjut Sugeng menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan 6th IIEF MES.

Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Wimboh Santoso dalam sambutannya mengatakan kepengurusan MES periode 1439– 1441 H memiliki visi menjadi organisasi terdepan dalam mewujudkan arus baru ekonomi syariah di Indonesia. “saya mengapresiasi atas kerja keras dan sinergi dari pengurus MES baik di tingkat pusat, maupun di kabupaten/kota, provinsi dan luar negeri sehingga banyak sekali program yang telah dilakukan oleh MES untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia yang meliputi sosialisasi, edukasi, dan advokasi ekonomi syariah dan program kerja yang dilaksanakan dapat memberikan hasil yang terukur dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” ungkap Wimboh.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Pedoman Umum Standar Hunian Islami oleh Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Wimboh Santoso kepada Anggito Abimanyu selaku Ketua Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), penyerahan Beasiswa Pemimpin Muda MES Foundation kepada 5 (lima) orang Presidium Nasional FoSSEI dengan nilai total beasiswa sebanyak 50 juta rupiah dan penyerahan charity MES untuk program sosial kemanusiaan bekerjasama dengan Dompet Dhuafa senilai 75 juta rupiah. Terkumpulnya dana untuk program beasiswa dan charity MES tersebut dihimpun melalui kegiatan 7th MES Premiere Charity Golf Tournament yang dilangsungkan oleh MES pada bulan Agustus sebelumnya.